Ahlul Hadis

Sebaik-baik Petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad saw

Cara Membukan Pakaian ketika Buang Hajat

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Februari 7, 2010

باب كَيْفَ التَّكَشُّفُ عِنْدَ الْحَاجَةِ
1.06 Bab: Bagaimana Cara Membukan Pakaian ketika Buang Hajat

حَدَّثَنَا [أَبُوْ خَيْثَمَةَ] زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ: ثَنَا وَكِيعٌ ، عَنْ الْأَعْمَشِ ، عَنْ رَجُلٍ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ حَاجَةً لَا يَرْفَعُ ثَوْبَهُ حَتَّى يَدْنُوَ مِنْ الْأَرْضِ

14. [Abu Khaitsamah] Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami, ia berkata; Waki’ telah menceritakan kepada kami dari al-A’masy dari seorang laki-laki dari Ibnu Umar bahwasanya Nabi saw apabila hendak buang hajat, beliau tidak mengangkat pakaiannya hingga telah dekat dari tanah. [Shahih]
Baca entri selengkapnya »

Posted in Terjemah Sunan Abu Dawud | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Rukhshah terhadap hadits Bab 1.04

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Desember 12, 2009

بَابُ الرُّخْصَةِ فِي ذَلِكَ
1.05 Bab: Rukhshah terhadap hadits Bab 1.04

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنْ عَمِّه وَاسِعِ بْنِ حَبَّانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: لَقَدْ ارْتَقَيْتُ عَلَى ظَهْرِ الْبَيْتِ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى لَبِنَتَيْنِ، مُسْتَقْبِلَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ لِحَاجَتِهِ

12. Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Yahya bin Sa’id dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari pamannya, Wasi’ bin Habban dari Abdullah bin Umar dia berkata; “Sungguh, saya pernah naik atap rumah, lalu saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di atas dua batu bata menghadap Baitul Maqdis dalam keadaan buang hajatnya.” [Hasan]
Baca entri selengkapnya »

Posted in Terjemah Sunan Abu Dawud | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Makruhnya menghadap kiblat saat buang hajat

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Desember 12, 2009

بَابُ كَرَاهِيَةِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ عِنْدَ قَضَاءِ الْحَاجَةِ
1.04 Bab: Makruhnya menghadap kiblat saat buang hajat

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، ثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ: قِيلَ لَهُ: لَقَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ! قَالَ: أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ، وَأَنْ لَا نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ، وَأَنْ لَا يَسْتَنْجِيَ أَحَدُنَا بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ، أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ
Baca entri selengkapnya »

Posted in Terjemah Sunan Abu Dawud | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Apa yang diucapkan seseorang saat masuk WC

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Desember 8, 2009

بَابُ مَا يَقُوْلُ الرَّجُلُ إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ

1.03. Bab: Apa yang diucapkan seseorang saat masuk WC

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ ، ثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ وَعَبْدُ الْوَارِثِ ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ -قَالَ عَنْ حَمَّادٍ- قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ- وَقَالَ : عَنْ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ – مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
قَالَ أَبُو دَاوُد : رَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ
وَقَالَ مَرَّةً : أَعُوذُ بِاللَّهِ
و قَالَ وُهَيْبٌ : فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ
Baca entri selengkapnya »

Posted in Terjemah Sunan Abu Dawud | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Mencari tempat untuk kencing

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Desember 8, 2009

بَابُ الرَّجُلِ يَتَبَوَّأُ لِبَوْلِهِ
1.02 Bab: Seseorang Mencari tempat untuk kencing

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ ، نَا حَمَّادٌ، أَنَا أَبُو التَّيَّاحِ، [قَالَ]: حَدَّثَنِي شَيْخٌ قَالَ: لَمَّا قَدِمَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ الْبَصْرَةَ ، فَكَانَ يُحَدَّثُ عَنْ أَبِي مُوسَى ، فَكَتَبَ عَبْدُ اللَّهِ إِلَى أَبِي مُوسَى يَسْأَلُهُ عَنْ أَشْيَاءَ ، فَكَتَبَ إِلَيْهِ أَبُو مُوسَى : إِنِّي كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ، فَأَرَادَ أَنْ يَبُولَ فَأَتَى دَمِثًا فِي أَصْلِ جِدَارٍ ، فَبَالَ ، ثُمَّ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَبُولَ فَلْيَرْتَدْ لِبَوْلِهِ مَوْضِعًا
Baca entri selengkapnya »

Posted in Terjemah Sunan Abu Dawud | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Menyendiri Saat Buang Hajat

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Desember 8, 2009

Al-Imam al-Hafidz al-Mushannif al-Mutqin Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy’ats as-Sijistani al-Azdi. Lahir tahun 202 H, wafat di Bashrah pada bulan Syawal tahun 275 H

بسم الله الرحمن الرحيم

كِتَابُ الطَّهَارَةِ

1. Kitab: Thaharah

بَابُ التَّخَلِّي عِنْدَ قَضَاءِ الْحَاجَةِ
1.01- Bab: Menyendiri saat buang hajat

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ الْقَعْنَبِيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ -يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ-، عَنْ مُحَمَّدٍ -يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو-، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا ذَهَبَ الْمَذْهَبَ أَبْعَدَ
Baca entri selengkapnya »

Posted in Terjemah Sunan Abu Dawud | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Agar Iman Terasa Manis

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Maret 6, 2009

عن أنس عن النبي قال «ثـلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان؛ أن يكون الله ورسـوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار».
[ رواه الشيخان]

Dari Anas bin Malik, ra, dari Nabi saw, bersabda;

Tiga hal, apabila ketiganya ada pada diri seseorang maka ia akan bisa merasakan manisnya Iman;
1- Menjadikan Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya

2- Mencintai seseorang hanya karena Allah

3- Benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya dicampakkan ke dalam api neraka

(HR Syaikhani)

Baca entri selengkapnya »

Posted in Syarh Hadis | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

GUGATAN TERHADAP HADIS

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Mei 31, 2008

Oleh: Dr Syamsuddin Arif

Gugatan para orientalis dan misionaris Yahudi dan Kristen telah menimbulkan dampak yang cukup besar. Melalui tulisan-tulisan yang diterbitkan dan dibaca luas, mereka telah berhasil mempengaruhi dan meracuni pemikiran sebagian kalangan Umat Islam.

Maka muncullah gerakan anti-hadits di India, Pakistan, Mesir, dan Asia Tenggara. Pada 1906 sebuah gerakan yang menamakan dirinya Ahl-i Qur’an muncul di bagian barat Punjab, Lahore dan Amritsar. Pimpinannya, Abdullah Chakrawali dan Khwaja Ahmad Din, menolak hadits secara keseluruhan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Dirasah | Leave a Comment »

Tauhid Sebagai Sebab Masuk Sorga

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada April 23, 2008

عَنْ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنْ الْعَمَلِ

Dari Ubadah bin Ash-Shamit, ra , menuturkan : Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa bersyahadat bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah Hamba dan Rasul-Nya; dan (bersyahadat) bahwa Isa adalah hamba Allah, rasul-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh daripada-Nya; dan (bersyahadat pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan nerakapun benar adanya; maka Allah pasti memasukkannya kedalam Surga betapapun amal yang telah diperbuatnya.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Syarh Hadis | Leave a Comment »

Imam Muslim

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Februari 27, 2008

Penghimpun dan penyusun hadits tershahih kedua setelah Imam Bukhari adalah Imam Muslim. Bahkan kitab Shahih muslim dinilai para ulama’ lebih sistematis dari shahih al-Bukhari.

Nama lengkapnya ialah Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al Qusyairi an-Naisaburi. Masterpeace tulisan beliau adalah kitab As-Sahih (masyhur dengan nama Sahih Muslim). Kitab ini menjadikan namanya tetap dikenal hingga kini.

Imam Muslim dilahirkan di Naisabur. Tetapi para ulama tidak dapat memastikan tahun kelahirannya. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa beliau dilahirkan pada tahun 204 H, dan ada yang berpendapat tahun 206 H. Menurut al-Hakim Abu Abdullah di dalam kitabnya ‘Ulama’ al-Amshar, pendapat yang kuat tentang kelahiran Imam Muslim adalah tahun 206 H. Baca entri selengkapnya »

Posted in Rijal Hadits | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.