Ahlul Hadis

Sebaik-baik Petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad saw

Hadits-hadits yang Masyhur tetapi Sanadnya Dla’if

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Desember 15, 2007

Ihsan al-‘Utaibi

بسم الله الرحمن الرحيم

Muqaddimah

Segala puji bagi Allah, semoga selawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah, Wa Ba’d

Inilah 100 buah hadis dla’if (lemah) maudlu’ (palsu) yang tersebar luas di kalangan khatib dan muballigh. Sedangkan di dalam hadis yang shahih telah cukup bagi seorang muslim sehingga tidak perlu mengambil hadis dla’if. Saya memohon kepada Allah kiranya usaha ini bermanfaat.

Kami (Penerjemah) tambahkan bahwa ke 100 hadis yang dituliskan oleh al-Ustadz Ihsan al-Utaibi ini semula tidak urut abjad, lalu kami urutkan sesuai dengan urutan abjad hadis, agar memudahkan pembaca untuk mencari. Selain itu ternyata ada beberapa pengulangan hadis, sehingga jumlahnya tidak mencapai 100 buah. Untuk itulah kami berusaha menambahkannya sehingga lengkap 100 buah. Tetapi setelah itu kami merasa masih ada beberapa hadis masyhur tetapi sanadnya dla’if yang perlu ditambahkan lagi, sehingga akhirnya jumlahnya lebih dari 100 buah hadis.

Adapun cara kami menambahkan adalah dengan mengambil dari kitab silsilah al-Ahadits adl-Dla’ifah karya Syaikh al-Albani. Alasan kami mengambil dari sana, sebab ketika kami teliti satu per satu hadis yang dikemukakan oleh Ihsan al-Utaibi, ternyata semuanya sudah ada di dalam kitab adl-Dla’ifah tersebut. Maka untuk melengkapi bilangan itu kami pilihkan hadis yang menurut kami populer di antara sekian banyak hadis dla’if di dalam kitab tersebut.

Kemudian buku kecil ini juga merupakan revisi dari tulisan ini yang telah dipublikasikan oleh beberapa kawan melalui web site masing-masing. Dalam penerjemahan terdahulu ada beberapa kesalahan ringan, yang menurut kami cukup mengganggu. Sebagai misal dalam hadis yang ketiga, di tulisan terdahulu tertulis sya’ru yang berarti rambut. Setelah kami renungkan ulang makna hadis tu jadi tidak masuk akal, maka kami menggantinya dengan syi’ru yang berarti sya’ir. Dan ada lagi beberapa hadis yang harakatnya kurang sempurna, dan penerjemahannya masih kurang. Maka edisi ini kami anggap sebagai perbaikan, dan kami mohon maaf atas segala kekurangan.

Semoga Allah berkenan menjadikan amal ini sebagai bagian dari perjuangan membela Islam, dalam membersihkan sunnah dari kotoran-kotoran dan pemalsuan. Dan semoga Allah memasukkan amal ini sebagai amal shalih kami, yang memerberat timbangan amal shalih di akhirat kelak. Amin

Abah Zacky

آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ مِنْ جُهَيْنَةٍ، يُقَالُ لَهُ: جُهَيْنَةٌ، فَيَسْأَلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ : هَلْ بَقِيَ أَحَدٌ يُعَذَّبُ ؟ فَيَقُوْلُ : لاَ، فَيَقُوْلُوْنَ عِنْدَ جُهَيْنَةٍ الْخَبَرُ الْيَقِيْنُ

1- Orang yang paling akhir masuk sorga adalah laki-laki dari suku Juhainah yang bernama Juhainah. Kemudian ia ditanya oleh penghuni sorga; Masih adakah orang yang disiksa? Dia menjawab; Tidak. Maka mereka berkata; Pada Juhainah ada berita yang meyakinkan

Hadis ini maudlu’ (palsu), Kasyf al-Ilahi, ath-Tharablusi, 1:161; Tanzih asy-Syari’ah, 2:391; al-Fawaid al-Majmu’ah, 1429

آفَةُ الدِّيْنِ ثَلاَثَةٌ فَقِيْهٌ فَاجِرٌ وَ إِمَامٌ جَائِرٌ وَ مُجْتَهِدٌ جَاهِلٌ

2- Penyakit agama ada tiga macam, yaitu ahli fikih yang keji, pemimpin yang kejam dan mujtahid yang bodoh.

Hadis maudlu’. al-Maudlu’ah, 819

آمَنَ شِعْرُ أُمَيَّةَ بْنِ أَبِي الصَّلَتِ وَكَفَرَ قَلْبُهُ

3- Telah beriman Sya’ir Umayyah bin Abi ash-Shalt tetapi hatinya masih kafir

Hadis ini dla’if (lemah). Kasyf al-Khafa’, 1:19; adl-Dla’ifah 1546.

أَبْرِدُوْا بِالطَّعَامِ فَإِنَّ الطَّعَامَ الْحَارَّ غَيْرُ ذِي الْبَرَكَةِ

4- Dinginkanlah makanan itu, sebab makanan yang panas itu tidak mengandung berkah

Hadis dla’if

اْلأَبْدَالُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ ثَلاَثُوْنَ، مِثْلُ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلِ الرَّحْمَنِ عَزِّ وَجَلَّ، كُلَّمَا مَاتَ رَجُلٌ أَبْدَلَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَكَانَهً رَجُلاً

5- Pengganti pada ummat ini ada tiga puluh, seperti Ibrahim Khalilurrahman (kekasih Allah Yang Maha pengasih) azza wa jalla, setiap kali ada yang mati di antara mereka maka Allah akan menempatkan seseorang pada posisinya sebaga pengganti

Hadis ini palsu, asl-Asrar al-Marfu’ah, Ali al-Qari, 470; Tamyiz at-Thayyib min al-Khabits, Ibnu ad-Diba’, 7; al-Manar al-Munif, Ibnu al-Qayyim, 308.

أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ الطَّلاَقِ

6- Barang halal yang peling dibenci Allah adalah talaq (perceraian)

Hadis ini dla’if (lemah), al-Ilal al-Mutanahiyah. Ibnu al-Jauzi, 2:1056; adz-Dzakhirah,1:23

اتَّقُوْا فِرَاسَةَ الْمُؤْمِنِ فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُوْرِ اللهِ

7- Berhati-hatilah terhadap firasat orang mukmin, karena sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah

Hadis ini dla’if. Tanzih asy-Syari’ah, al-Kanani, 2:305; al-Maudlu’at, ash-Shaghani, 74.

أَجْرَؤُكُمْ عَلَ الْفُتْيَا أَجْرَئُكُمْ عَلَى النَّارِ

8- Yang paling berani berfatwa di antara kalian adalah orang yang paling berani ke neraka

Hadis ini dla’if, adl-Dla’ifah, 1814

اخْتِلاَفُ أُمَّتِي رَحْمَةٌ

9- Perbedaan pendapat di kalangan ummatku adalah rahmat

Hadis ini Maudlu’. Al-Asrar al-Marfu’ah, 506; Tanzih asy-Syari’ah, 2:402. Al-Albani mengatakan; hadis ini tidak ada asalnya, adl-Dla’ifah, 57.

أَدَّبَنِيْ رَبِّيْ فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبِيْ

10- Rabb (Tuhan)ku telah mendidikku dan membaguskan pendidikanku

Ibnu Taimiyah mengatakan; Tidak diketahui adanya sanad yang teguh pada hadis ini. Ahadits al-Qashash, 78; Asy-Syaukani menyebutkan di dalam al-Fawa’id al-Majmu’ah, 1020; dan Al-Futni menyebutkan dalam Tadzkiratu al-Maudlu’at, 87

إِذَا انْتَهَى أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّفِّ وَقَدْ تَمَّ فَلْيَجْبِذْ إِلَيْهِ رَجُلاً يُقِيْمُهُ إِلَى جَنْبِهِ

11- Apabila salah seorang di antara kalian sampai ke suatu shaff yang telah penuh maka hendaklah menarik seorang dari shaf itu untuk berdiri di sampingnya

Hadis ini dla’if, at-Talkhish al-Khabir, Ibnu hajar, 2:37; adl-Dla’ifah, 921

إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ أَرْبَعِيْنَ قُلَّةً لَمْ يَحْمِلِ الْخُبُثُ

12. Apabila air telah mencapai empat puluh kulah, maka kotoran (najis) tidak akan mempengaruhinya

Hadis ini tidak sah dari Rasulullah saw

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السَّوْدَ خَرَجَتْ مِنْ قِبَلِ خُرَاسَانَ، فَأَتَوْهَا وَلَوْ حَبْواً فَإِنَّ فِيْهَا خَلِيْفَةُ اللهِ الْمَهْدِيّ

13- Apabila kalian melihat bendera hitam keluar dari arah Khurasan, maka datangilah ia meskipun dengan merangkak, karena padanya ada khalifatullah al-Mahdi

Hadis ini Dla’if, al-Manar al-Munif, Ibnu al-Qayyim, 340; al-Maudlu’at, Ibnu al-Jauzi, 2:39; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 233

إِذَا فُعِلَتْ أُمَّتِي خَمْسَ عَشْرَةَ خَصْلَةً حَلَّ بِهَا الْبَلاَءُ : إِذَا كَانَ الْمَغْنَمُ دُوْلاً ، وَاْلأَمَانَةُ مَغْنَماً ، وَالزَّكَاةُ مَغْرَماً ، وَاَطَاعَ الرَّجُلُ زَوْجَتَهُ، وَعَقَّ اُمَّهُ، وَبَرَّ صَدِيْقَهُ، وَجَفَا اَبَاهُ وَارْتَفَعَتِ اْلاَصْوَاتِ فِي الْمَسْاجِدِ، وَكَانَ زَعِيْمُ الْقَوْمِ اَرْذَلُهُمْ ، وَاَكْرَمُ الرَّجُلِ مُخَالَفَةَ شَرِّهِ ، وَشُرِبَ الْخَمْرُ ، وَلُبِسَ الْحَرِيْرُ، وَاتُّخِذَتِ الْقَيْنَاتُ وَالْمَعَازِفُ، وَلَعَنَ آخِرُ هَذِهِ اْلاُمَّةِ اَوَّلَهَا ، فَلْتَرْتَقِبُوْا عِنْدَ ذَلِكَ رِيْحًا حَمْرَاءَ، وَخَسَفًا وَمَسْخًا

14. Apabila umatku melakukan lima nelas perkara, maka halal untuk ditimpa bencana. Apabila hasil rampasam prang hanya untuk mereka saja, amanat dianggap sebagai miliknya, zakat dijadikan sebagai pembayaran hutang, suami mentaati isteri, mendurhakai ibunya tetapi berbuat baik kepada kawannya dan memutuskan hubungan dengan ayahnya, munculnya suara-suara keras dan teriakan di dalam masjid, pemimpin suatu kaum adalah yang paling keji di antara mereka, dimuliakannya seseorang karena ditakuti kejahatannya, khamar telah menjadi minuman biasa, sutera telah biasa dipakai, biduanita dan musik digunakan, generasi terakhir ummat ini mengutuk generasi pertamanya. Oleh karena itu apabila telah nyata tanda-tandanya hendkalah kalan waspada akan datangnya badai dahsyat atau terbenam-nya tanah dan musnahnya apa yang ada di muka bumi.

Hadis ini dla’if, Sunan at-Tirmidzi, 2:33; al-Ilal al-Mutanahiah, 2:1421, al-Kasyf al-Ilahi, 1:33.

إِذَا مَاتَ الرَّجُلُ مِنْكُمْ فَدَفَنْتُمُوْهُ فَلْيَقُمْ أَحَدُكُمْ عِنْدَ رَأْسِهِ فَلْيَقُلْ : يَا فُلاَنُ بْنُ فُلاَنَةٍ فَإِنَّهُ سَيَسْمَعُ، فَلْيَقُلْ: يَا فُلاَنُ بْنُ فُلاَنَةٍ فَإِنَّهُ سَيَسْتَوِي قَاعِداً، فَلْيَقُلْ: يَا فُلاَنُ بْنُ فُلاَنَةٍ فَإِنَّهُ سَيَقُوْلُ: أَرْشِدْنِيْ أَرْشِدْنِيْ رَحِمَكَ اللهُ، فَلْيَقُلْ مَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنْ دَارِ الدُّنْيَا: شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لاَ رَيْبَ فِيْهَا وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُوْرِ، فَإِنَّ مُنْكَرًا وَنَكِيْرًا يَأْخُذُ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِيَدِ صَاحِبِهِ وَيَقُوْلُ لُهُ: مَا نَصْنَعُ عِنْدَ رَجُلٍ قَدْ لَقِنَ حُجَّتَهُ؟ فَيَكُوْنُ اللهُ حَجِيْجَهُمَا دُوْنَهُ

15- Bila salah seorang di antara kalian meninggal dunia dan telah kaliankebumikan maka hendaklah salah seorang di antara kalian berdiri di bagian kepalanya lalu berkata, wahai fulan bin fulanah, sesungguhnya ia akan mendengarkan. Lalu hendaklah mengatakan lagi wahai fulan bin fulan ia akan duduk dengan tegak. Kemudian mengatakan lagi, wahai fulan bin fulan maka ia akan menjawab, tuntunlah aku, tuntunlah aku semoga Allah merahmati kalian. Kemudian katakanlah; Ingatlah apa yang telah mengeluarkanmu dari alam dunia, persaksian bahwasannya tidak ada tuhan melainkan Allah semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan bahwasannya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Dan bahwasannya kiamat pasti datang, tanpa ada keraguan, dan Allah membangkitkan orang yang di dalam kubur, dan bahwa Munkar dan Nakir masing-masing memegang tangan penghuni kubur seraya berkata kepadanya; Apa yang harus kita perbuat kepada mayat yang telah dituntun hujjahnya?. Maka telah cukuplah Allah sebagai hujjah bagi kedua malaikat tanpa menanyainya.

Hadis ini dla’if. Takhrij al-Ihya’, 4:420; Zad al-Ma’ad, Ibnu al-Qayyim, 1:206; adl-Dla’ifah, 599

اْلأَذَانُ وَاْلإِقَامَةُ فِي أُذُنِ الْمَوْلُوْدِ

16- Adzan dan iqamah di telinga anak yang baru lahir

Hadis ini dla’if sekali. Bayan al-Wahm, Ibnu al-Qaththan, 4:594; al-Majruhin, Ibnu Hibban, 2:128; adl-Dla’ifah, 1:494

أَصْحَابِيْ كَالنُّجُوْمِ بِأَيِّهِمْ اقْتَدَيْتُمُ اهْتَدَيْتُمْ (وَفِي لَفْظٍ:) إِنَّمَا أَصْحَابِيْ مِثْلُ النُّجُوْمِ فَأَيُّهُمْ أَخَذْتُمْ بِقَوْلِهِ اهْتَدَيْتُمْ

17- Sahabat-sahabatku bagaikan bintang-bintang, kepada siapa saja kalian mencontoh maka kalian akan mendapat petunjuk. Dalam riwayat lain dengan teks, Sasungguhnya sahabat-sahabatku seperti bintang-bintang, maka dari siapa saja kalian ambil kata-katanya maka kalian akan mendapat petunjuk

Ibnu Hazm berkata; Ini adalah khabar yang dusta, palsu, bathil dan sama sekali tidak benar. Al-Ihkam fi Ushuli al-Ahkam, 5:64; dan 6:82; Al-Albani mengatakan; Hadis ini maudlu’ (palsu), adl-Dla’ifah, 66; Lihat juga Jami’ Bayan al-Ulum wa Fadl-luhu, Ibnu Abdul Barr, 2:91

اطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ فَاِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

18- Carilah ilmu meskipun sampai di negeri Cina, karena sesungguhnya mencari ilmu adalah kewajiban atas setiap orang muslim

Hadis ini palsu. Al-Maudlu’at, Ibnu al-Jauzi, 1:215; Tartib al-Maudlu’at, adz-Dzahabi, 111; al-Fawaid al-Majmu’ah, 852; Kasyful Khafa’, al-Ajluni, 1:139.

اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيْشُ أَبَداً، وَاعْمَلْ لآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَداً

19- Beramallah untuk duniamu seolah-olah kau akan hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhiratmu seolah-olah kau akan mati besok

al-Albani mengatakan; Tidak benar kalau hadis ini marfu’, maksudnya tidak benar kalau hadis ini berasa dari Nabi saw. adl-Dla’ifah:8

اْلأَقْرَبُوْنَ أَوْلَى بِالْمَعْرُوْفِ

20- Kerabat dekat itu lebih berhak mendapatkan santunan dengan baik

Hadis ini tidak ada asalnya (palsu). al-Asrar al-Marfu’ah, 51; al-Lu’lu’ al-Marshu’, 55; al-Maqashid al-Hasanah, as-Sakhawi, 141.

أَمَّا إِنِّي لاَ أَنْسَى، وَلَكِنْ أُنَسَّى لأُشَرِّعَ

21- Aku tidaklah lupa, tetapi dilupakan untuk aku membuat syari’at (aturan)

Hadis yang tidak ada asalnya, al-Ahadits allati laa ashla laha fi al-Ihya’, as-Subki, 357; adl-Dla’ifah, 101

إِنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ حَبْواً

22- Sesungguhnya Abdurrahman bin Auf masuk sorga dengan merangkak

Hadis ini palsu, al-manar al-Munif, Ibnu al-Qayyim, 306; al-Fawaid al-Majmu’ah, asy-Syaukani, 1184;

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ فِي الصَّلاَةِ فَإِنَّهُ بَيْنَ عَيْنَيْ الرَّحْمَنِ فَإِذَا الْتَفَتَ قَالَ لَهُ الرَّبُّ يَا ابْنَ آدَمَ إَلَى مَنْ تَلْتَفِتُ؟ إِلَى مَنْ هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنِّي؟ ابْنَ آدَمَ أَقْبِلْ عَلَى صَلاَتِكَ فَأَنَا خَيْرٌ لَكَ مِمَّنْ تَلْتَفِتُ إِلَيْهِ

23- Apabila seorang hamba mendirikan shalat maka ia berada di antara dua mata ar-Rahman (Allah), apabila ia berpaling maka Tuhan berfirman; Wahai anak Adam, kepada siapakah kau berpaling? (Menghadap) kepada siapakah yang lebih baik bagimu dari pada-Ku? Hai anak Adam, menghadaplah kepada-Ku pada shalatmu, Aku lebih baik bagimu daripada apa pun tempat kau berpaling.

Hadis ini dla’if sekali. Al-Ahadits al-Qudsiyyah adl-Dla’ifah wa al-Maudlu’ah, al-‘Isawi, 46; adl-Dla’ifah, 1024.

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْباً، وَإِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ يس مَنْ قَرَأَهَا فَكَأَنَّمَا قَرَأ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

24- Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati, dan sesung-guhnya hatinya Al-Qur’an adalah surat Yasin, barang siapa membaca surat Yasin, maka seolah-olah ia telah membaca Alqur’an 10 kali.

Hadis ini maudlu’. Al-Ilal Ibnu Abi Hatim, 2:55; adl-Dla’ifah, 169.

إِنَّ لِلْقُلُوْبِ صَدْأٌ كَصَدْأِ الْحَدِيْدِ وَجَلاَؤُهَا اْلاِسْتِغْفَارُ

25- Sesungguhnya pada hati terdapat karat seperti karat pada besi, dan yang mengkilapkannya adalah istighfar

Hadis Maudlu’. Dzakhirat al-Huffadz, 2:1978; adl-Dla’ifah, 2242.

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ أَنَا اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا مَالِكُ الْمُلُوْكِ وَمَلِكُ الْمُلُوْكِ قُلُوْبُ الْمُلُوْكِ فِيْ يَدَيَّ وَإِنَ الْعِبَادَ إِذَا أَطَاعُوْنِي حَوَّلْتُ قُلُوْبَهُمْ عَلَيْهِمْ بِالرَّأْفَةِ وَ الرَّحْمَةِ وَإِنَّ الْعِبَادَ إَذَا عَصَوْنِي حَوَّلْتُ قُلُوْبَهُمْ بِالسُّخْطِ وَالنِّقْمَةِ فَسَامُوْهُمْ سُوْءَ الْعَذَابِ، فَلاَ تُشْغِلُوْا أَنْفُسَكُمْ بِالدُّعَاءِ عَلَى الْمُلُوْكِ، وَلَكِنْ أَشْغِلُوْا أَنْفُسَكُمْ بِالذِّكْرِ وَالتَّضَرُّعِ أَكْفِكُمْ مُلُوْكَكُمْ

26- Sesungguhnya Allah swt berfirman, Aku adalah Allah, tidak ada tuhan melainkan aku, penguasa segala kerajaan, dan pemilik semua raja, hati para raja itu ada ditangan-Ku dan sesungguhnya para hamba apabila mentaati-Ku aku palingkan hati mereka (para penguasa) menjadi penuh kasih sayang dan rahmat kepada mereka (hamba) dan apabila hambaku mendurhakaiku maka aku palingkan hati mereka (penguasa) menjadi bengis dan kejam lalu mereka menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, maka janganlah dirimu sibuk melaknat para penguasa, tetapi sibukkanlah diri kalian untuk berdzikir dan merendahkan diri (kepada Allah), niscaya Aku lindungi kalian dari (kebengisan) penguasa kalian.

Hadis ini dla’if jiddan. Al-Ahadis al-Qudsiyah, al-‘Aisawi, 43; adl-Dla’ifah, 602

أَنَا ابْنُ الذَّبِيْحَيْنِ

27- Aku keturunan dari dua orang yang hendak disembelih (Isma’il bin Ibrahim as, dan Abdullah bin Abdul Muthallib)

Hadis ini tidak ada asalnya. Risalah Lathifah, Ibnu Qudamah, 23; al-Lu’lu’ al-Marshu’, 81; an-Nakhbah al-Bahiyyah, as-Sinbawi, 43

أَنَا جَدُّ كُلُّ تَقِيٍّ

28- Saya adalah kakek setiap orang yang bertaqwa

as-Suyuthi mengatakan; Aku tidak mengenal hadis seperti ini. Al-Albani menyatakan; Hadis ini tidak ada asalnya. Al-Hawi, as-Suyuthi (2:89), adl-Dla’ifah (9)

أَحِبُّوْا الْعَرَبَ لِثَلاَثٍ لأَنِّيْ عَرَبِيٌّ وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ وَكَلاَمُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ

29- Cintailah Arab karena tiga hal, karena saya orang Arab, al-Qur’an berbahasa Arab, dan bahasa penduduk sorga (di sorga) adalah bahasa Arab

Hadis ini Maudlu’ (palsu). Tadzkiratu al-Maudlu’at, 112; al-Maqashid al-Hasanah, 31; Tanzih asy-Syari’ah, 2:30; Kasyf al-Khafa’, 1:54

انْطَلَقَ النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُوْ بَكْرٍ إِلَى الْغَارِ، فَدَخَلاَ فِيْهِ فَجَاءَتِ الْعَنْكَبُوْتُ فَنَسَجَتْ عَلَى بَابِ الْغَارِ وَجَاءَتْ قُرَيْشٌ يَطْلُبُوْنَ النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ كَانُوْا إِذَا رَأَوْا عَلَى بَابِ الْغَارِ نَسْجُ الْعَنْكَبُوْتِ قَالُوا لَمْ يَدْخُلْهُ أَحَدٌ وَكَانَ النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا يُصَلِّى وَأَبُوْ بَكْرٍ يَرْتَقِبُ فَقَالَ اَبُوْ بَكْرٍ لِلنَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي هَؤُلاَءِ قَوْمُكَ يَطْلُبُوْنَكَ أَمَّا وَاللهِ مَا عَلَى نَفْسِي أَبْكِي وَلَكِنْ مُخَافَةً أَنِ أَرَى فِيْكَ مَا أَكْرَهُ فَقَالَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا

30- Nabi bersama Abu Bakar berangkat ke gua, lalu mereka memasukinya. Datanglah laba-laba membuat sarang di mulut gua. Kemudian datanglah serombongan kaum Quraisy yang mencari jejak Nabi saw. Ketika mereka dapati ada sarang laba-laba di mulut gua mereka berkata; Pasti tidak ada seorang pun yang memasuki gua ini. Padahal ketika itu Nabi saw salat, sedang Abu Bakar menungguinya. Abu Bakar berkata; Kukorbankan ayah dan ibuku untukmu, mereka itu kaummu yang hendak membunuhmu. Demi Allah tidaklah aku ini menangis karna diriku, akan tetapi karena takut akan menimpamu apa yang tidak aku sukai. Rasulullah saw menjawab; Jangan engkau takut, sesungguhnya Allah bersama kita.

Hadis ini dla’if. adl-Dla’ifah, 1129; at-Tahdits bima Qila laa Yashihhu fih al-Hadits, Bakr Abu Zaid, 214

إِنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّماً

31- Aku diutus untuk menjadi pengajar

al-Iraqi mengatakan; Sanad hadis ini dla’if. Al-Albani mengatakan; Hadis ini dla’if. Takhrij al-Ihya’, 1:11; adl-Dla’ifah:11

أَوْحَى اللهُ إِلَى الدُّنْيَا أَنِ اخْدَمِيْ مَنْ خَدَمَنِيْ وَأَتْعِبِيْ مَنْ خَدَمَكِ

32- Allah mewahyukan kepada dunia: “Berkhidmat (layani) lah orang yang melayani (berkhidmat kepada)-Ku, dan sengsarakanlah orang yang melayani (berkhidmat kepada)mu”

al-Albani mengatakan; Hadis ini maudlu’ (palsu). Tanzih asy-Syari’ah, al-Kannani (2:303). Al-Fawaid al-Majmu’ah, asy-Syaukani; 712, adl-Dla’ifah;12

أَوْصَانِي جِبْرَائِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ بِالْجَارِ إِلَى أَرْبَعِيْنَ دَارًا عَشْرَةٌ مِنْ هَا هُنَا، وَعَشْرَةٌ مِنْ هَا هُنَا ، وَعَشْرَةٌ مِنْ هَا هُنَا ، وَعَشْرَةٌ مِنْ هَا هُنَا

33- Jibril mewasiatkan kepadaku bahwa tetangga itu sampai 40 rumah, 10 dari arah sana, 10 dari arah sana, 10 dari arah sana, dan 10 dari arah sana

Hadis ini dla’if. Kasyful Khafa’, 1:1054; Takhrij al-Ihya’, 2:232; al-Maqashid al-Hasanah, as-Sakhawi, 170.

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدِ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

34- Hati-hatilah kalian terhadap iri (hasad), karena iri itu akan dapat memakan kebaikan seperti api memakan (membakar) kayu

Hadis dla’if. At-Tarikh al-Kabir, 1:272; Mukhtashar Sunan Abi Dawud, al-Mundziri,7:226

إِيَّاكُمْ وَخَضْرَاءُ الدِّمَنِ فَقِيْلَ مَا خَضْرَاءُ الدِّمَنِ؟ قَالَ الْمَرْأَةُ الْحُسَنَاءُ فِي الْمَنْبَتِ السُّوْءِ

35- Berhati-hatilah kalian terhadap Khadra’ ad-Diman (hijaunya kotoran ternak), Rasulullah ditanya, apakah khadra’ ad-diman itu? Beliau bersabda; Perempuan yang baik di lingkungan yang buruk.

Al-Iraqi berkata; Hadis ini dla’if, dan juga didla’ifkan oleh Ibnu al-Mulqin. Al-Albani berkata; Hadis ini dla’if jiddan (lemah sekali). Takhrij al-Ihya’ (2:42), adl-Dla’ifah:14

اْلاِيْمَانُ عُرْيَانٌ فَلِبَاسُهُ التَقْوَى وَزِيْنَتُهُ الْحَيَاءُ وَثَمْرَتُهُ الْعِلْمُ

36- Iman itu telanjang, pakaiannya adalah taqwa, perhiasan-nya adalah malu dan buahnya adalah ilmu.

Hadis ini palsu, Kasyf al-Khafa’, 27.

اْلإِيْمَانُ عَقْدٌ بِالْقَلْبِ وَإِقْرَارٌ بِاللِّسَانِ وَعَمَلٌ بِاْلأَرْكَانِ

37- Iman adalah keyakinan di dalam hati, pernyataan dengan lisan dan perbuatan dengan anggota badan

Hadis ini palsu. Al-Mashnu’, Ali al-Qari, 72; Kasyf al-Khafa’, 1:22

اْلإِيْمَانُ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ

38- Iman itu bisa bertambah dan berkurang

Bukan hadis Rasululah, tetapi kata-kata yang disepakati (ijma’) oleh ulama’ salaf. al-Manar al-Munif, 119; Kasyf al-Khafa’, 25; Mizan al-I’tidal, 6:304.

بَادِرُوْا بِالأَعْمَالِ سَبْعاً، هَلْ تَنْتَظِرُوْنَ إِلاََّ مَرَضاً مُفْسِداً وَهَرَماً مُفَنَّداً أَوْ غِنًى مُطْغِيّاً أَوْ فَقْراً مُنْسِيّاً أًوْ مَوْتاً مُجَهَّزاً أَوْ الدَّجَّالَ فشر غائب يُنْتَظَرُ أَوِ السَّاعَةَ وَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمُرُّ

39- Bersegeralah melakukan amal shalih sebelum datangnya 7 hal, apakah kalian menanti penyakit yang merusak, ketuaan yang renta, kaya yang menyebabkan berlebih-lebihan, kefakiran yang membuat lupa, kematian yang terasa cepat datangnya, dajjal yang merupakan kejaha-tan yang dinantikan, atau kiamat. Padahal kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

Hadis ini dla’if. Dzakhiratu al-Huffadh, Ibnu Thahir, 2:2313; adl-Dla’ifah, 1666

الْبِرُّ لاَ يْبْلَى وَاْلإِثْمُ لاَ يُنْسَى وَالدَيَّانُ لاَ يَنَامُ فَكُنْ كَمَا شِئْتَ كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ

40- Kebajikan itu tak akan musnah, dosa itu tak akan terlupakan, dan yang membuat perhitungan tak akan tidur. Maka jadilah kamu seperti yang kau inginkan, karena seperti apa yang kau perbuat demikianlah kau akan diberi balasan

Hadis ini dla’if. Al-Kasyf al-Ilahi, ath-Tharablusi, 681; al-Lu’lu’ al-Marshu’, 414.

التَّائِبُ حَبِيْبُ اللهِ

41- Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah

Hadis ni tidak ada asalnya, al-Ahadits allati laa ashla laha fi al-Ihya’, as-Subki, 356; adl-Dla’ifah, 95

تَحِيَّةُ الْبَيْتِ الطَّوَافُ

42- Penghormatan kepada Baitullah (ka’bah) adalah thawaf

Hadis ini tidak ada asalnya. Al-Asrar al-Marfu’ah, 130; al-Lu’lu’ al-Marshu’, 143; al-Maudlu’at ash-Shughra, al-Qari, 88.

تَخْرُجُ الدَّابَةُ مَعَهَا عَصَا مُوْسَى وَخَاتَمُ سُلَيْمَانَ فَتَجَلُّوا وَجْهَ الْمُؤْمِنِ بِالْعَصَا وَتَخْتَمُّ أَنْفَ الْكَافِرِ بِالْخَاتَمِ حَتَّى اَنَّ أَهْلَ الْخَوَانِ لَيَجْتَمِعُوْنَ فَيَقُوْلُ هَذَا يَا مُؤْمِن وَيَقُوْلُ هَذَا يَا كَافِر

43- ad-Dabbah (hewan melata sebagai tanda datangnya kiamat) akan keluar dengan membawa tongkatnya nabi Musa as. Dan cincin Nabi Sulaiman, lalu mereka menghilangkan kesedihan dari wajah orang mukmin dengan tongkat Nabi Musa, dan membinasakan orang kafir dengan cincin Nabi Sulaiman sehingga tukang makan pun berkumpul di depan hidangan dan berkata satu golongan; Wahai mu’min, dan ia berkata golongan lainnya; Wahai kafir

Hadis ini munkar. Adl-Dla’ifah, 1108

تَوَسَّلُوْا بِجَاهِيْ ، فَإِنَّ جَاهِي عِنْدَ اللهِ عَظِيْمٌ

44- Berperantara (bertawassul)lah kalian dengan kedudukanku, karena sesungguhnya kedudukanku di sisi Allah sangat agung

Ibnu Taimiyah dan al-Albani mengatakan, hadis ini tidak ada asalnya. Iqtidla’ ash-Shirat al-Mustaqim, Ibnu Taimiyah, 2:415; adl-Dla’ifah, 22

تَزَوَّجُوْا وَلاَ تُطَلِّقُوْا، فَإِنَّ الطَّلاَقَ يَهْتَزُّ لَهُ الْعَرْش

45- Menikahlah kalian dan jangan kalian bercerai, karena perceraian itu akan menggoncangkan arsy

Hadis ini maudlu’. Tartib al-Maudlu’at, 694; al-Maudlu’at, ash-Shaghani, 97; Tanzih asy-Syari’ah, 2:202.

تُعَادُ الصَّلاَةُ مِنْ قَدْرِ الدِّرْهَمِ مِنَ الدَّمِ

46- Shalat harus diulang karena adanya darah seukuran satu dirham (menempel pada anggota badan/pakaian)

Hadis ini maudlu’. Dli’af ad-Daruquthni, al-Ghassani, 353; al-Asrar al-Marfu’ah, 138; al-Maudlu’at, Ibnu al-Jauzi, 2:76.

حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ

47- Cinta dunia adalah pokok segala kesalahan

Hadis maudlu’ (palsu). Ahadits al-Qashash, Ibnu Taimiyah, 7; al-Asrar al-Marfuah, 1:163; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 173, Kasf al-Khafa’, 1099.

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ اْلإِيْمَانِ

48- Cinta tanah air sebagian dari iman

Hadis ini tidak ada asalnya, adl-Dla’ifah, 36; Kasyf al-Khafa’, 1102; al-Mashnu’, Ali al-Qari, 1:91.

الْحَجَرُ اْلأَسْوَدُ يَمِيْنُ اللهِ فِي اْلأَرْضِ يُصَافِحُ بِهَا عِبَادَهُ

49- Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di muka bumi, dengannya Allah menjabat tangan hamba-hamba-Nya

Hadis ini maudlu’. Tarikh al-Baghdad, al-Khathib, 6:328; al-Ilal al-Mutanahiyah, 2:944; adl-Dla’ifah, 223.

الْحَدِيْثُ فِي الْمَسْجِدِ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ الْبَهَائِمِ الْحَشِيْشَ (وفي لفظ( الْحَدِيْثُ فِي الْمَسْجِدِ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

50- Bercakap-cakap di masjid itu akan memakan kebaikan seperti binatang ternak memakan rumput, dalam riwayat lain dikatakan, Bercakap-cakap di masjid itu akan memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar,

Al-Hafidz al-Iraqi berkata; Aku belum menemukan sumbernya. Abdul Wahab bin Taqiyuddin as-Subki mengatakan; Aku tidak mendapatkan sanadnya. Al-Albani mengatakan; Hadis ini tidak ada asalnya. Takhrij al-Ihya’ (1:136), Thabaqat asy-Syafi’iyah oleh as-Subki (4:145), adl-Dla’ifah (4).

الْحِكْمَةُ ضَالَّةُ كُلِّ حَكِيْمٍ ، فَإِذَا وَجَدَهَا فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا

51- Hikmah (ilmu pengetahuan) itu adalah barang hilang dari seorang yang hakim (bijaksana), maka apabila ia mendapatkannya maka ia adalah orang yang lebih berhak terhadapnya.

Hadis ini Dla’if. al-’Ilal al-Mutanahiyah, Ibnu al-Jauzi, 1:96; Sunan at-Tirmidzi, 5:51

خَيْرُ اْلأَسْمَاءِ مَا عُبِّدَ وَمَا حُـمِّدَ

52- Sebaik-baik nama adalah yang menghamba (mengguna-kan kata ‘Abdu) dan yang memuji (menggunakan kata Ahmad)

Maudlu’. Al-Asrar al-Marfu’ah, 192; al-Lu’lu’ al-Marshu’, 189; an-Nakhbah, 117

الْخَيْرُ فِيَّ وَفِي أُمَّتِي إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

53- Kebaikan yang ada padaku dan pada ummatku (terung berlangsung) hingga hari kiamat kelak.

Ibnu Hajar mengatakan; Aku tidak mengetahui hadis seperti ini, al-Maqashid al-hasanah, as-Sakhawi, h. 208; Tadzkiratu al-Mudlu’at, al-Futni, 68; al-Asrar al-Marfu’ah fi al-Akhbar al-Maudlu’ah, al-Qari, h. 195.

الدُّنْيَا دَارُ مَنْ لاَ دَارَ لَهُ وَمَالُ مَنْ لاَ مَالَ لَهُ وَلَهَا يُجْمَعُ مَنْ لاَ عَقْلَ لَهُ

54- Dunia itu adalah rumah bagi orang yang tidak punya rumah, dan harta bagi orang yang tidak mempunyai harta, untuknya lah orang yang tidak berakal itu dikumpulkan

Hadis dla’if jiddan. Al-Ahadits allati laa Ashla laha fi al-Ihya’, as-Subki, 344; Tadzkirat al-Mudlu’at, al-Futni, 174.

رَجَعْناَ مِنَ الْجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ اْلأَكْبَرِ قَالُوْا وَمَا الْجِهَادُ اْلأَكْبَرُ قَالَ جِهَادُ الْقَلْبِ

55- Kami pulang dari jihad ashghar (jihad kecil) menuju jihad akbar (jihad besar). Para sahabat bertanya, apakah jihad akbar itu. Rasul saw bersabda; Jihad hati

Hadis ini tidak ada asalnya, al-Asrar al-Marfu’ah, 211; Tadzkiratu al-Maudlu’at, al-Futni, 191, Kasyf al-Khafa’, 1:511

سُؤْرُ الْمُؤْمِنِ شِفَاءٌ

56- Bekas minuman orang mu’min adalah obat

Hadis ini tidak ada asalnya. Al-Asrar al-Marfu’ah, 217. Kasyf al-Khafa’, 1:500; adl-Dla’ifah, 78;

السَّخِيُّ قَرِيْبٌ مِنَ اللهِ، قَرِيْبٌ مِنَ الْجَنَّةِ قَرِيْبٌ مِنَ النَّاسِ، بَعِيْدٌ مِنَ النَّارِ، وَالْبَخِيْلُ بَعِيْدٌ مِنَ اللهِ، بَعِيْدٌ مِنَ الْجَنَّةِ، بَعِيْدٌ مِنَ النَّاسِ، قَرِيْبٌ مِنَ النَّارِ وَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ عَابِدٍ بَخِيْلٍ

57- Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan sorga, dekat dengan manusia dan jauh dari neraka. Orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari sorga, jauh dari manusia, dan dekat kepada neraka. Orang bodoh yang dermawan lebih disukai oleh Allah dari pada ahli ibadah yang kikir

Hadis ini Dla’if sekali, al-Manar al-Munif, 284; Tartib al-Maudlu’at, 564; al-La-ali’ al-Mashnu’ah, 2:91.

السُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِي أَرْضِهِ ، مَنْ نَصَحَهُ هُدِيَ ، وَمَنْ غَشَّهُ ضَلَّ

58- Penguasa adalah bayang-bayang Allah di bumi-Nya, barangsiapa yang setia kepada penguasa maka ia telah mendapatkan petunjuk dan barangsiapa mengkhianati-nya maka ia telah sesat.

Maudlu’ (palsu). Tadzkiratu al-Maudlu’at, al-Futni, 182; al-Fawaid al-Majmu’ah, asy-Syaukani, 623; adl-Dla’ifah, 475

سَيِّدُ الْقَوْمِ خَادِمُهُمْ

59- Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka

Hadis ini dla’if. Al-Maqashid al-Hasanah, as-Sakhawi, 579; adl-Dla’ifah,1502

شَاوِرُوْهُنَّ – يَعْنِي النِّسَاءَ – وَخَالِفُوْهُنَّ

60- Bermusyawarahlah dengan mereka – isteri-isterimu – tetapi berselisihlah dengan pendapat mereka.

Hadis ini la ashla lahu (tidak ada asalnya). Al-Lu’lu’ al-Marshu’, 264; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 128; al-Asrar al-Marfu’ah, 240.

صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي إِذَا صَلُحَا صَلُحَ النَّاسُ اْلأُمَرَاءُ وَالْفُقَهَاءُ (وفي لفظ) صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي إِذَا صَلُحَا، صَلُحَ النَّاسُ: اْلأُمَرَاءُ وَالْعَلَمَاءُ

61- Ada dua golongan di antara ummatku, apabila keduanya baik maka semua manusia akan baik; yaitu pemerintah dan ahli fiqh, dalam riwayat yang lain diungkapkan dengan teks, Ada dua golongan di antara ummatku, apabila keduanya baik maka semua manusia akan baik; yaitu pemerintah dan ulama’

Imam Ahmad mengatakan, salah seorang rawi hadis ini pendusta dan tukang memalsukan hadis. Ibnu Ma’in dan ad-Daruquthni mengatakan serupa dengan Imam Ahmad. Al-Albani mengatakan, hadis ini palsu. Takhrij al-Ihya’, 1:6; adl-Dlu’afa’, 16

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

62- Berpuasalah niscaya kau akan sehat

Hadis ini dla’if. Takhrij al-Ihya’, 3:87; Tadzkirah al-Maudlu’at, 70; al-Maudlu’at, ash-Shaghani, 72.

طَلَبُ الْحَلاَلِ جِهَادٌ، وَإِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنِ الْمُحْتَرِفِ

63- Mencari rizki yang halal adalah jihad, dan Allah mencintai orang mukmin yang profesional
Hadis dl’aif. An-Nakhbat al-Bahiyah, as-Sanbawi, 57; al-Kasyf al-Ilahi, 1:518; adl-Dla’ifah, 1301

عَلَيْكُمْ بِالشِّفَائَيْ: العَسَلُ وَالْقُرْآنُ

63- Hendaklah kalian menggunakan dua macam obat, madu dan Alqur’an

Hadis ini dla’if. Ahadits Mu’allah Dhahiruha ash-Shihhah, al-Wadi’i, 247; adl-Dla’ifah 1514

فِكْرَةُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادِةِ سِتِّيْنَ سَنَةً

64- Berpikir sesaat lebih baik daripada beribadah enam puluh tahun

Hadis ini maudlu’. Tanzih asy-Syari’ah, 2:305; al-Fawa’id al-Majmu’ah, 723; Tartib al-Maudlu’at, 964.

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِيْ وَيُصْبِرْ عَلَى بَلاَئِيْ، فَلْيَلْتَمْسْ رَبّاً سِوَائِيْ

65- Allah tabaraka wa ta’ala berfirman; Barangsiapa yang tidak ridla dengan keputusan-Ku, dan tidak sabar terhadap ujian (bala’)-Ku maka hendaklah mencari tuhan selain-Ku.

Hadis ini dla’if. karena di dalam sanadnya ada Sa’id bin Ziyad bin Hind, dia matruk. Majma’ az-Zawa’id, 7:207; Al-Kasyf al-Ilahi, ath-Tharablusi, 1:625; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 189. Al-Fawaid al-Majmu’ah, 746.

كَانَ إِذَا أَخَذَ مِنْ شَعْرِهِ أَوْ قَلَمَ أَظْفَارِهِ ، أَوِ احْتَجَمَ بَعَثَ بِهِ إِلَى الْبَقِيْعِ فَدَفَنَ

66- Rasulullah saw apabila memotong rambutnya atau memotong ujung kukunya, atau berbekam (mengeluarkan darah kotor) maka beliau membawanya ke Baqi’ untuk menguburnya

Hadis ini Maudlu’. Al-‘Ilal, Ibnu Abi Hatim, 2:337; adl-Dla’ifah, 713

كَمَا تَكُوْنُوْا يُوَلَّي عَلَيْكُمْ

67- Sebagaimana keadaan kalian, maka seperti kalianlah yang dikuasakan untuk memimpin

Hadis ini dla’if. Kasyful Khafa’, 2:1997; al-Fawa’id al-Majmu’ah, 624; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 182.

لاَ تَجْعَلُوْا آخِرَ طَعَامِكُمْ مَاءً

68- Janganlah kau jadikan akhir dari makan kalian berupa air.

Hadis ini tak ada asalnya. Adl-Dla’ifah, 2096

لاَ تُكْثِرُوا الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ، فَإِنَّ كَثْرَةُ الْكَلاَمِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ، وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي

69- Janganlah banyak bicara yang tidak mengandung dzikir kepada Allah, karena kebanyakan bicara tanpa ingat (dzikir) kepada Allah itu menjadikan keras hati, dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras.

Hadis dla’if, adl-Dla’ifah, 920.

لاَ صَلاَةَ لِجَارِ الْمَسْجِدِ إِلاَّ فِي الْمَسْجِدِ

70- Bagi tetangga masjid, tidak sah shalatnya kecuali dilakukan di masjid

Hadis ini dla’if. Dli’af ad-Daruquthni, 362; al-La-ali’ al-Mashnu’ah, 2:16; al-‘Ilal al-Mutanahiyah, 1:693.

لِكُلِّ شَيْءٍ عُرُوْسٌ وَعُرُوْسُ الْقُرْآنِ الرَّحْمَنُ

71- Segala sesuatu memiliki pengantin, dan pengantinnya Alqur’an adalah surat ar-Rahman

Hadis ini munkar. Adl-Dla’ifah, 1350

لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ جَعَلَ النِّسَاءُ وَالصِّبْيَانُ وَالْوَلاَئِدُ يَقُوْلُوْنَ :
طَـلَعَ الْبَـدْرُ عَلَيْنـَا مِنْ ثَنِيـَّاتِ الْوَدَاعْ
وَجَبَ الشُّـكْرُ عَلَيْنَا مَـا دَعَـا للهِ دَاعْ
أَيـُّهَا الْمَبْـعُوْثُ فِيْنَا جِئْتَ بِاْلأَمْرِ الْمُطَاعْ
فَقَالَ لَهُنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : هَزُّوْا غَرَابِيْلَكُمْ بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ

72- Ketika Rasulullah saw tiba di Madinah para perempuan dan anak-anak mengalunkan syair;
Telah terbit rembulan bagi kami,
dari bukit al-Wada’
Kita semua harus bersyukur,
atas seruan kepada Allah oleh sang penyeru
Wahai Nabi yang diutus kepada kita,
Engkau datang membawa perintah untuk ditaati
Lalu Rasulullah saw bersabda kepada mereka, “Goyang-goyangkanlah rebana kalian, semoga Allah memberkahi kalian

Hadis ini dla’if. Ibnu Taymiyah berkata tntang hal ini;Hadis perempuan dan menabuh rebana di saat bergembira adalah sahih. Memang di masa Rasulullah hal itu terjadi. Tetapi tentang sabda beliau, “goyang-goyangkanlah rebana kalian” tidak dikenal adanya riwayat dari beliau. Ahadits al-Qashash, Ibnu Taimiyah, 17. Tadzkiratu al-Maudlu’at, 196.

لَمُعَالَجَةُ مَلَكِ الْمَوْتِ أَشَدُّ مِنْ أَلْفِ ضَرْبَةٍ بِالسَّيْفِ

73- Pemrosesan Malaikat al-Maut (sakaratul maut) benar-benar lebih pedih dari pada 1000 pukulan dengan pedang

Hadis dla’if jiddan. Tartib al-Maudlu’at, adz-Dzahabi, 1071; al-Maudlu’at, Ibnu al-Jauzi, 3:220

لَوْلاَكَ مَا خَلَقْتُ الدُّنْيَا

74- Kalau bukan karena kamu (Nabi Muhammad saw) niscaya idak aku ciptakan dunia

Hadis maudlu’. Al-Lu’lu’ al-Marshu’, al-Musyaisyi, 454; Tartib al-Maudlu’at, 196; adl-Dla’ifah, 282.

لَيْسَ اْلإِيْمَانِ بِالتَّمَنِّي وَلاَ بِالتَّحَلِّيْ، وَلَكِنْ مَا وَقَرَ فِي الْقَلْبِ وَصَدَقَهُ الْفِعْلُ

75- Iman itu bukan dengan angan-angan, juga bukan dengan berhias tetapi sesuatu yang mantap di dalam hati dan dibuktikan dengan pekerjaan.

Hadis ini palsu. Dzakhiratu al-Hufadz, Ibnu Thahir, 4:4656; adl-Dla’ifah, 1098; Tabyidl ash-Shahifah, Muhammad ‘Amr, 33.

لَيْسَ لِفَاسِقٍ غِيْبَةٌ

76- Terhadap orang fasik tidak ada ghibah.

Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-Asrar al-Marfu’ah, al-Harawi, 390; al-Manar al-Munif, Ibnu al-Qayyim, 301; al-Kasyfu al-Ilahi, 1:764.

مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ ، وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ

77- Tidak akan sia-sia orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah, dan tidak akan sengsara orang yang berhemat

Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-Kasyf al-Ilahi, 1:775; adl-Dla’ifah, 611

مَا فَضَّلَكُمْ أَبُوْ بَكْرٍ بِكَثْرَةِ صِيَامٍ وَلاَ صَلاَةٍ ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ وَقَرَ فِي صَدْرِهِ

78- Keutamaan Abu Bakar atas kalian bulan karena banyaknya berpuasa atau shalat, tetapi karena adanya seuatu yang mantap dalam dadanya

Hadis ini tidak ada asalnya. Al-Asrar al-Marfu’ah, Ali al-Qari, 452; al-Ahadits Allati laa Ashla laha fi al-Ihya,as-Subki, 288; al-Manar al-Munif, 246.

الْمُؤْمِنُ كَيِّسٌ فَطِنٌ حَذَرٌ

79- Orang mukmin itu cerdik, pandai dan hati-hati

Hadis Maudlu’. Kasyf al-Khafa’, al-Ajluni, 2:2684, al-Kasyf al-Ilahi, ath-Tharablusi, 1:859; adl-Dla’ifah, 760.

الْمُتَمَسِّكُ بِسُنَّتِيْ عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي لَهُ أَجْرُ شَهِيْدٍ

80- Orang yang memegang teguh sunnahku ketika terjadi kerusakan di antara ummatku maka ia berhak mendapatkan pahala seorang yang mati syahid.

Hadis dla’if, adl-Dla’ifah, 326

مَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّتِي عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي، فَلَهُ أَجْرُ مِئَةِ شَهِيْدٍ

81- Barangsiapa yang berpegang teguh pada sunnahku di saat terjadinya kerusakan pada ummatku, maka ia berhak atas pahala 100 orang yang mati syahid.

Hadis yang sangat dla’if. Dzakhiratu al-Huffadz, 4:5174, adl-Dla’ifah, 326

مَنْ أَحْدَثَ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ فَقَدْ جَفَانِي ، وَمَنْ تَوَضَّأَ وَ لَمْ يُصَلِّ فَقَدْ جَفَانِي ، وَمَنْ صَلَّى وَلَم يَدْعُنِي فَقَدْ جَفَانِي، وَ مَنْ دَعَانِيْ فَلَمْ أَجِبْهُ فَقَدْ جَفَيْتُهُ، وَلَسْتُ بِرَبٍّ جَفٍ

82- Barangsiapa yang berhadas dan tidak berwudlu maka ia telah menjauh dariku dan barangsiapa berwudlu tetapi tidak salat maka ia telah menjauhiku. Barangsiapa yang shalat tetapi (sesudahnya) tidak berdo’a untukku maka ia telah menjauhiku, dan barangsiapa yang mendoakanku tetapi tidak aku jawab berarti aku telah menjauhinya, dan aku bukan pengatur yang suka mengatur

Ash-Shaghani mengatakan; Hadis ini Maudlu’, al-Maudlu’at, 53; dan Al-Albani mengatakan; Maudlu’. Adl-Dala’ifah, 44.

مَنْ أَصْبَحَ وَهَمُّهُ غَيْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ وَمَنْ لَمْ يَهْتَمَّ لِلْمُسْلِمِيْنَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ

83- Barangsiapa yang bangun pagi dan perhatiannya tertuju kepada selain Allah azza wa jalla, maka ia tidak akan mendapat apa-apa dari Allah. Dan barangsiapa yang tidak memperhatikan kaum muslimin maka ia bukan golongan mereka

Maudlu’. Al-Fawaid Majmu’ah, 233; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 69; adl-Dla’ifah, 309-312.

مَنْ أَفْطَرَ يَوْماً مِنْ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللهُ لَهُ، لَمْ يَقْضِ عَنْهُ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلُّهُ، وَإِنْ صَامَهُ

84- Barangsiapa yang berbuka sehari pada bulan ramadhan tanpa adanya rukhshah yang telah diberikan oleh Allah, maka puasanya setahun penuh yang dia lakukan tidak akan memenuhinya

Hadis ini dla’if, Tanzih asy-Syari’ah, 2:148; at-Targhib wa at-Tarhib, 2:74.

مَنْ حَجَّ الْبَيْتَ وَلَمْ يَزُرْنِي فَقَدْ جَفَانِي

85- Barangsiapa berhaji di Baitullah ttapi tidak menziarahi makamku maka ia telah menjauh dariku

Hadis ini Maudlu’ sebagaimana disebutkan oleh adz-Dzahabi di dalam kitab Tartib al-Maudlu’at, 600; ash-Shaghani menyebutkan di dalam al-Maudlu’at, 52; asy-Syaukani menyebutkan di dalam al-Fawa’id al-Majmu’ah, 326

مَنْ حَجَّ، فَزَارَ قَبْرِيْ بَعْدَ مَوْتِي، كَانَ كَمَنْ زَارَنِي فِي حَيَاتِي

86- Barangsiapa yang berhaji lalu menziarahi kuburku setelah kematianku maka ia seperti orang yang mengunjungiku di masa hidupku

Ibnu Taimiyah mengatakan, hadis ini dla’if, Qa’idah Jalilah, 57; Al-Albani menyatakan Maudlu’, adl-Dla’ifah, 47. Lihat pula Dzakhirat al-Huffadz, Ibnu Al-Qaisrani, 4:5250

مَنْ حَدَّثَ حَدِيْثاً، فَعَطِسَ عِنْدَهُ، فَهُوَ حَقٌّ

87- Barangsiapa yan mengatakan suatu perkataan, kemudian ia merasa haus, maka ia (yang dikatakan itu) benar.

Hadis maudlu’. Tanzih asy-Syari’ah, 483; al-La-ali’ al-Mashnu’ah, 2:286; al-Fawa-id al-Majmu’ah, 669.

مَنْ خَافَ اللهَ خَوَّفَ اللهُ مِنْهُ كُلَّ شَيْءٍ ، وَمَنْ لَمْ يَخْفَ اللهَ خَوَّفَهُ اللهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

88- Barangsiapa yang takut kepada Allah maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka Allah akan menjadikannya takut kepada segala sesuatu

Hadis ini dla’if. Takhrij al-Ihya’, al-‘Iraqi, 2:145; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 20; adl-Dla’ifah, 485.

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى الصَّلاَةِ فَقَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِيْنَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشْرًا وَلاَ بَطَرًا وَلاَ رِيَاءً وَلاَ سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءً سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسَالُكَ أَنْ تَعِيْذَنِي مِنَ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ أَقْبَلَ اللهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ

89- Barangsiapa yang keluar dari rumahnya menuju (masjid untuk) shalat seraya berdo’a; Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan haqnya orang-orang yang memohon kepada-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dengan haknya perjalanan ini karena sesungguhnya aku tidak keluar untuk melakukan sesuatu yang keji, bukan karena sombong, riya’, dan sum’ah. Aku keluar hanya karena takut akan muka-Mu dan mengharap ridla-Mu. Maka aku memohon agar Engkau melindungi-ku dari api neraka dan mengampuni dosa-dosaku karena sesungguh-nya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa melain-kan Engkau. Allah akan menerimanya dengan wajah-Nya dan seribu malaikat akan memohonkan ampunan untuknya

Hadis ini didla’ifkan oleh al-Mundziri, al-Buwaishiri mengatakan, sanadnya musalsal (berurutan) dengan orang-orang yang lemah. Al-Albani mengatakan; Hadis ini Dla’if. At-Targhib wa at-Tarhib, al-Mundziri,3:272; Sunan Ibnu Majah, 1:256.

مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ اُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

90- Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan, lalu ia menyembunyikannya maka pada hari kiamat ia akan dicambuk dengan cambuk dari api neraka.

Hadis ini tidak sah dari Rasulullah saw, al-Ilal al-Mutanahiyah, 1:105

مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِيْ أَرْبَعِيْنَ صَلاَةً لاَ يَفُوْتُهُ صَلاَةٌ كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَنَجَاةٌ مِنَ الْعَذَابِ، وَبَرِئٌ مِنَ النِّفَاقِ

91- Barangsiapa shalat di masjidku empat puluh waktu shalat tanpa ketinggalan satu waktu shalat pun maka ditetapkan baginya terbebas dari neraka dan selamat dari adzab, dan trlepas dari kemunafikan

Hadis dla’if, adl-Da’ifah, 364

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ

92- Barangsiapa yang mengenal dirinya maka ia telah mengenal tuhannya

Hadis ini maudlu’, al-Asrar al-Marfu’ah, 506. Tanzih asy-Syari’ah, 2:402; Tadzkirat al-Maudlu’at,11

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةً أَبَداً

93- Barangsiapa yang membaca surat al-Waqi’ah setiap malam, ia tidak akan tertimpa kefakiran selama-lamanya

Hadis dla’if. Al-‘Ilal al-Mutanahiyah, 1:151; Tanzih asy-Syari’ah, 1:301; al-Fawaid al-Majmu’ah, 972;

مَنْ لَمْ تَنْهَهُ صَلاَتُهُ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْداً (وفي لفظ) مَنْ لَمْ تَنْهَهُ صَلاَتُهُ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ، فَلاَ صَلاَةَ لَهُ

94- Barangsiapa yang shalatnya tidak bisa mencegahnya dari perbuatan fakhsya’ dan munkar maka ia tidak akan mendapatkan tambahan dari Allah melainkan kejauh (dari Allah). Dalam riwayat lain dinyatakan, barangsiapa ang shalatnya tidak bisa mencegahnya dari perbuatan fakhsya’ dan mungkar maka tidak ada salat baginya (belum melaksanakan salat)

Adz-Dzahabi berkata Ibnu Junaid adalah pendusta dan pembohong. Al-Hafidz al-Iraqi berkata; Sanad hadis ini lemah. Al-Albani mengatakan; Hadis ini bathil, tidak dapat diterima dari segi sanadnya dan juga dari matannya. Mizan al-I’idal (3:293), Takhrij al-Ihya’ (1:143), as-Silsilah adl-Dla’ifah (2,985)

مَنْ نَامَ بَعْدَ الْعَصْرِ، فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ، فَلاَ يَلُوْمَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ

95- Barangsiapa tidur setelah shalat ashar maka akalnya akan terampas, maka janganlah mencaci kecuali kepada dirinya sendiri

Hadis ini disebutkan oleh Ibnu al-Jauzi di dalam maudlu’at, 3:69, as-Suyuthi menyebutkan di dalam al-La’ali’ al-Mashnu’ah, adz-Dzahabi menyebutkan di dalam Tartib al-Maudlu’at, 839.

مَنْ وَلَدَ لَهُ مَوْلُوْدٌ فَأَذِنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرُّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ

96- Barangsiapa yang mendapatkan seorang anak, kemudian ia adzankan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri, maka kelak anak itu tidak akan diganggu oleh jin

Hadis Maudlu’. Al-Mizan, adz-Dzahabi, 4:397; Majma’ az-Zawa’id, al-Haitsami. Takhrij al-Ihya’, 2:61.

النَّاسُ كُلُّهُمْ مَوْتَى إِلاَّ الْعَالِمُوْنَ، وَالْعَالِمُوْنَ كُلُّهُمْ هَلَكَى إِلاَّ الْعَامِلُوْنَ، وَالْعَامِلُوْنَ كُلُّهُمْ غَرَقَى إِلاَّ الْمُخْلِصُوْنَ، وَالْمُخْلِصُوْنَ عَلَى خَطْرٍ عَظِيْمٍ

97- Manusia semuanya adalah mayat, kecuali orang yang berilmu, dan orang-orang yang berilmu semuanya binasa kecuali orang yang beramal, orang-orang yang beramal semuanya tenggelam kecuali orang yang ikhlas. Dan orang yang ikhlas berada di atas kedudukan yang agung

Ash-Shaghani berkata, ini adalah hadis yang diada-adakan lagi pula tidak sesuai dengan aturan kebahasaan. Yang benar secara bahasa adalah dengan menggunakan kata al-‘Alimina, al-‘Amilina dan Mukhlishin. Al-Maudlu’at, 200; Asy-Syaukani menyebutkan di dalam al-Fawa’id al-Majmu’ah, 771; al-Futni menyebutkan dalam Tadzkirat al-Maudlu’at, 200.

النَّاسُ نِيَامٌ فَإِذَا مَاتُوْا انْتَبَهُوا

98- Manusia itu ibarat tidur (bermimpi), apabila mereka telah mati maka mereka sadar

Hadis ini tidak ada sumbernya, al-Asrar al-Marfu’ah, 555; al-Fawa’id al-Majmu’ah, 766; Tadzkiratu al-Maudlu’at, 200

النَّظْرُ فِي الْمُصْحَفِ عِبَادَةٌ، وَنَظْرُ الْوَلَدِ إِلَى الْوَالِدَيْنِ عِبَادَةٌ، وَالنَّظْرُ إِلَى عَلِي بْنِ أَبِي طَالِبٍ عِبَادَةٌ

99- Memandang mushaf adalah ibadah, pandangan anak kepada orang tuanya adalah ibadah, dan memandang Ali bin Abi Thalib adalah ibadah

Hadis ini palsu. Adl-Dla’ifah, 356.

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ مَنْ تَرَكَهَا خَوْفاً مِنَ اللهِ آتَاهُ اللهُ إِيْمَاناً يَجِدُ حَلاَوَتَهُ فِي قَلْبِهِ

100- Pandangan (kepada wanita yang bukan mahram) itu adalah salah satu anak panah iblis, barangsiapa yang meninggakan pandangan karena takut kepada Allah maka Alah akan mendatangkan kepadanya iman yang ia rasakan manisnya di dalam hatinya

Hadis ini dla’if sekali. At-Tarhib wa at-Targhib, al-Mundziri, 4:106; Majma’ az-Zawa’id, al-Haitsami, 8:63; Talkhish al-Mustadrak, adz-Dzahabi, 4;314.

وَجَدَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِيْحاً فَقَالَ لِيَقُمْ صَاحِبَ هَذَا الرِّيْحِ فَلْيَتَوَضَّأْ فَاسْتَحْيَا الرَّجُلُ أَنْ يَقُوْمَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَقُمْ صَاحِبَ هَذَا الرِّيْحَ فَلْيَتَوَضَّأْ فَإِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحْيِ مِنَ الْحَقِّ، فَقَالَ الْعَبَّاسُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَلاَ نَقُوْمُ كُلُّنَا نَتَوَضَّأُ؟ فَقَالَ قُوْمُوْا كُلُّكُمْ فَتَوَضَّؤُوْا

101- Suatu hari Rasulullah mendapatkan bau kentut, kemudian bersabda; Yang kentut hendaklah berdiri untuk berwudlu. Tetapi yang kentut itu malu untuk berdiri, lalu Rasululllah saw bersabda lagi; Yang kentut berdiri untuk wudlu, sesungguhnya Allah tidak malu dlah kebenaran. Al-Abbas berkata; Wahai Rasulullah, bagaimana kalau kita semua berdiri dan berwudlu? Rasulullah saw bersabda; Siakan semua berdiri dan berwudlu.

Hadis Bathil, adl-Dla’ifah, 1132

وَقَعَ فِي نَفْسِ مُوْسَى هَلْ يَنَامُ اللهُ تَعَالَى ذِكْرُهُ؟ فَأَرْسَلَ اللهُ إِلَيْهِ مَلَكاً فَأَرَقَّهُ ثَلاَثاً، ثُمَّ أَعْطَاهُ قَارُوْرَتَيْنِ فِي كُلِّ يَدٍ قَارُوْرَةٌ وَ أَمَرَهُ أَنْ يَحْتَفِظَ بِهَا، قَالَ فعجل النَّوْمُ وَتَكَادُ يَدَاهُ تَلْتَقِيَانِ ثُمَّ يَسْتَيْقِظُ فَيَحْبِسُ إِحْدَاهُمَا عَنِ اْلأُخْرَى ثُمَّ نَامَ نَوْمَةً فَاصْطَفَقَتْ يَدَاهُ وَانْكَسَرَتِ الْقَارُوْرَتَانِ قَالَ ضَرَبَ اللهُ لَهُ مَثَلاً أَنَّ اللهَ لَوْ كَانَ يَناَمُ لَمْ تَسْتَمْسِكِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ

102- Muncul di benak Nabi Musa as.; Apakah Allah swt tertidur? Lalu Allah mengirim seorang malaikat kepadanya lalu membuatnya tidak tidur selama tiga hari kemudian memberikan dua buah botol kepadanya, di setiap tangan ada satu botol dan diperintahkan kepadanya untuk mengawasinya. Kemudian ia tertidur sehingga kedua tangannya hampir berbenturan, lalu ia terbangun dan menjauhkan kembali jarak kedua tangannya. Kamudian ia tertidur kambali sehingga kedua botol itu pecah. Beliau bersabda; Allah memberikan perumpamaan kepadanya, bahwa kalau Allah tertidur pastiah langit dan bumi tidak akan terkendali

Hadis ini dla’if. Al-‘Ilal al-Mutanahiyah, Ibnu al-Jauzi; adl-Dla’ifah, 1034.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلَةٍ تَطَوُّعاً ..الخ

103- Wahai manusia, suatu bulan yang agung telah menaungi kalian, bulan yang mengandung malam yang lebih baik dari seriu bulan, Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban, dan qiyam (berdiri untuk shalat) pada malam harinya sebagai tathawwu’ (sunnah)…

Hadis dla’if, al-‘Ilal, Ibnu Abi Hatim, 1:249; adl-Dla’ifah, 871

يَا جِبْرِيْلُ صِفْ لِي النَّارَ، وَانْعَتْ لِي جَهَنَّم فَقَالَ جِبرِيْلُ إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالىَ أَمَرَ بِجَهَنَّمَ فَأُوْقَدَ عَلَيْهَا أَلْفَ عَامٍ حَتَّى ابْيَضَّتْ، ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَأُوْقِدَ عَلَيْهَا أَلْفَ عَامٍ حَتَّى احْمَرَّتْ، ثُمَّ أََمَر فَأُوْقِدَ عَلَيْهَا أَلْفِ عِامٍ حَتَّى اسْوَدَّتْ فَهِيَ سَوْدَاْءُ مُظْلِمَة . . . . . . الخ

104- Wahai Jibril, sebutkanlah untukku sifat neraka dan sebutkan pula tentang Jahanam. Jibril menjawab; Sesungguhnya Allah swt telah memerintahkan kepada neraka jahannam untuk dinyalakan apinya selama seribu tahun hingga warnanya menjadi putih, kemudian memerintahkan kepada neraka untuk dinyalakan apinya selama seribu tahun hingga warnanya menjadi merah, lalu memerintahkan untuk dinyalakan hingga warna apinya menjadi hitam, hitam yang sangat pekat…. dst

Hadis ini palsu, al-Haithami, 10:387. Adl-Dla’ifah, 910

يُدَّعَى النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأُمَّهَاتِهِمْ سَتْراً مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِمْ

105- Di hari kiamat nanti manusia dipanggil beserta nama ibu mereka sebagai rahasia Allah terhadap mereka (merahasiakan anak zina)

Hadis ini maudlu’ (palsu). Al-La-ali’ al-Mashnu’ah, as-Suyuthi, 2:449; al-Maudlu’at, Ibnu al-Jauzi, 3:248; Tartib al-Maudlu’at, 1123

يُعَادُ الْوُضُوْءُ مِنَ الرُّعَافِ السَّائِلِ

106- Wudlu itu harus diulang karena mimisan yang mengalir

Hadis ini palsu. Dzakhiratu al-Hufadz, Ibnu Thahir, 5:6526; adl-Dla’ifah, 1071.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: