Oleh: Dr Syamsuddin Arif
Gugatan para orientalis dan misionaris Yahudi dan Kristen telah menimbulkan dampak yang cukup besar. Melalui tulisan-tulisan yang diterbitkan dan dibaca luas, mereka telah berhasil mempengaruhi dan meracuni pemikiran sebagian kalangan Umat Islam.
Maka muncullah gerakan anti-hadits di India, Pakistan, Mesir, dan Asia Tenggara. Pada 1906 sebuah gerakan yang menamakan dirinya Ahl-i Qur’an muncul di bagian barat Punjab, Lahore dan Amritsar. Pimpinannya, Abdullah Chakrawali dan Khwaja Ahmad Din, menolak hadits secara keseluruhan. Baca entri selengkapnya »