Hadis ke-5
Hukum Airعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : (( لا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لا يَجْرِي , ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ )) وَلِمُسْلِمٍ : (( لا يَغْتَسِلُ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ )) .
Terjemah
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda; Janganlah seseorang dari kalian kencing di dalam air yang diam, yang tidak mengalir, kemudian mandi darinya. [Di dalam riwayat muslim dikatakan, “janganlah seseorang dari kalian mandi di dalam air yang diam sedangkan ia dalam keadaan junub”]
Arsip untuk Juli, 2009
syarh Umdatul Ahkam 005
Ditulis oleh Abah Zacky as-Samarani di/pada Juli 17, 2009
Ditulis dalam Syarah Umdatul Ahkam | Bertanda: air, buang hajat, Umdatul Ahkam | Leave a Comment »
Syarh Umdatul Ahkam 004
Ditulis oleh Abah Zacky as-Samarani di/pada Juli 13, 2009
Hadis ke-4
Mensucikan bagian Luar dan Dalamعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى اله عليه وسلم قال : إذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً , ثُمَّ لِيَنْتَثِرْ , وَمَنْ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ , وَإِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُمَا فِي الإِنَاءِ ثَلاثاً ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ . [وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ : فَلْيَسْتَنْشِقْ بِمِنْخَرَيْهِ مِنَ الْمَاءِ ] [وَفِي لَفْظٍ : مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْشِقْ] .
Terjemah
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda; Apabila seseorang dari kalian berwudlu, hendaklah memasukkan air ke dalam hidungnya, kemudian menyemburkannya. Dan barangsiapa beristijmar, hendaklah mengganjilkan. Dan jika seseorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaklah mencuci kedua (telapak) tangannya sebelum memasukkannya ke dalam bejana, tiga kali, maka sesungguhnya seseorang dari kalian tidak mengetahui ke mana tangannya bermalam.Di riwayat Muslim menggunakan lafal, “maka hendaklah memasukkan air ke dalam kedua (lobang) hidungnya.
Di dalam riwayat yang lain dengan lafal, “barangsiapa berwudlu hendaklah beristinsaq (memasukkan air ke hidung).
Ditulis dalam Syarah Umdatul Ahkam | Bertanda: dalam, Luar, Umdatul Ahkam, wudlu | Leave a Comment »
Syarh Umdatul Ahkam 003
Ditulis oleh Abah Zacky as-Samarani di/pada Juli 12, 2009
Hadis ke-3
Menyempurnakan Wudluعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَ رضي الله عنهم قَالُوا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم :
(( وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ )) .Terjemah
Dari abdullah bin Amr bin Ash, Abu Hurairah, dan Aisyah ra, mereka berkata; Rasulullah saw bersabda; Kecelakaan bagi tumit dari neraka
Ditulis dalam Syarah Umdatul Ahkam | Bertanda: Umdatul Ahkam, wudlu | Leave a Comment »
Syarah Umdatul Ahkam 002
Ditulis oleh Abah Zacky as-Samarani di/pada Juli 11, 2009
Hadis ke-2
Di antara Syarat Sahnya Shalat adalah Suciعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
Terjemah
Dari Abu Hurairah ra, ia berakat; Rasulullah saw bersabda; Allah tidak menerima shalat seseorang di antara kalian yang berhadas hingga ia berwudlu
Ditulis dalam Syarah Umdatul Ahkam | Bertanda: hadats, Umdatul Ahkam, wudlu | Leave a Comment »
Syarh Umdatul Ahkam 001
Ditulis oleh Abah Zacky as-Samarani di/pada Juli 11, 2009
كتابُ الطَّهَارَةِ
Kitab Thaharah
Kitab tersusun dari huruf kaf-ta’-ba’, secara bahasa berarti kumpulan. Kata kataba diartika menulis karena aktifitas menulis adalah mengumpulkan huruf-huruf dan kata-kata sehingga memiliki suatu pengertian tertentu. Buku cetak di dalam bahasa Arab juga diartika kitab, karena di dalamnya terkumpul tulisan.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Syarah Umdatul Ahkam | Bertanda: ikhlas, niat, Umdatul Ahkam | Leave a Comment »