Ahlul Hadis

Sebaik-baik Petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad saw

Imam Muslim

Posted by Abah Zacky as-Samarani pada Februari 27, 2008

Penghimpun dan penyusun hadits tershahih kedua setelah Imam Bukhari adalah Imam Muslim. Bahkan kitab Shahih muslim dinilai para ulama’ lebih sistematis dari shahih al-Bukhari.

Nama lengkapnya ialah Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al Qusyairi an-Naisaburi. Masterpeace tulisan beliau adalah kitab As-Sahih (masyhur dengan nama Sahih Muslim). Kitab ini menjadikan namanya tetap dikenal hingga kini.

Imam Muslim dilahirkan di Naisabur. Tetapi para ulama tidak dapat memastikan tahun kelahirannya. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa beliau dilahirkan pada tahun 204 H, dan ada yang berpendapat tahun 206 H. Menurut al-Hakim Abu Abdullah di dalam kitabnya ‘Ulama’ al-Amshar, pendapat yang kuat tentang kelahiran Imam Muslim adalah tahun 206 H.

Lawatannya untuk Mencari Ilmu

Sukses hanya bisa diraih dengan kerja keras. Bahkan untuk meraih sukses itu seseorang kadang-kadang harus melepaskan keindahan masa mudanya. Demikianlah yang dialami oleh Imam Muslim, ia telah belajar hadits sejak usia 12 tahun. Imam adz-Dzahabi menyebutkan bahwa ia belajar hadis mulai tahun 218 H.

Untuk belajar hadits Imam Muslim tidak cukup hanya menerima pelajaran dari syekh-syekh yang ada di negerinya saja. Ia mengadakan lawatan ke berbagai negara Islam seperti Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara negara lainnya untuk mencari sanad hadis. Dalam lawatannya Imam Muslim banyak mengunjungi ulama-ulama kenamaan untuk berguru hadits kepada mereka. Di Khurasan, ia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu ‘Ansan. Di Irak ia belajar hadits kepada Ahmad bin Hambal dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz belajar kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas’Abuzar; di Mesir berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan kepada ulama ahli hadits yang lain.

Muslim berkali-kali mengunjungi Baghdad untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadits. Kunjungannya ke Baghdad yang terakhir pada 259 H. ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur. Muslim sering menghadiri majelis Imam Bukhari sebab ia mengetahui kedalaman ilmunya. Dan ketika terjadi fitnah antara Bukhari dan Az-Zihli, ia tetap setia mengikuti majelis al-Bukhari. Sikapnya ini menyebabkan hubungannya dengan Az-Zihli putus.

Guru-gurunya

Selain guru-guru yang telah disebutkan di atas, Muslim masih mempunyai banyak ulama yang menjadi gurunya. Di antaranya : Usman dan Abu Bakar, keduanya putra Abu Syaibah; Syaiban bin Farwakh, Abu Kamil al-Juri, Zuhair bin Harb, Amr an-Naqid, Muhammad bin al-Musanna, Muhammad bin Yassar, Harun bin Sa’id al-Ayli, Qutaibah bin Sa’id dan lain sebagainya.

Keahliannya dalam Hadits

Apabila Imam Bukhari merupakan ulama terkemuka di bidang hadits sahih, berpengetahuan luas mengenai ilat-ilat dan seluk beluk hadits, serta tajam kritiknya, maka Imam Muslim adalah orang kedua setelah Imam Bukhari, baik dalam ilmu dan pengetahuannya maupun dalam keutamaan dan kedudukannya. Imam Muslim banyak menerima pujian dan pengakuan dari para ulama ahli hadits maupun ulama lainnya. Al-Khatib al-Baghdadi berkata, “Muslim telah mengikuti jejak Bukhari, memperhatikan ilmunya dan menempuh jalan yang dilaluinya.” Pernyataan ini tidak berarti bahwa Muslim hanyalah seorang pengekor. Sebab, dalam menyusun kitabnya ia mempunyai sistematika dan juga persyaratan tersendiri.

Abu Quraisy al-Hafiz menyatakan bahwa di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadits hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Muslim (Tazkiratul Huffaz, II/150). Maksud Abu Quraisy tentu bukan sepanjang sejarah malainkan ahli hadis yang ada pada masa hidupnya, sebab ahli-ahli hadis sepanjang sejarah cukup banyak hanya saja tidak hidup sezaman.

Karya-karya Imam Muslim

Imam Muslim meninggalkan karya tulis yang tidak sedikit jumlahnya. Ada di antaranya yang masih ada hingga sekarang, bahkan telah dicetak berulang kali, tetapi ada pula yang sudah hilang. Kitab-kitab yang hilang ini diketahui dari kesaksian beberapa ulama yang mencatat kehidupan beliau atau mencatat kitab-kitab yang ada saat itu.

Karya Imam Muslim yang masih ada hingga saat ini antara lain, kitab ash-Sahih (Shahih Muslim) Al-Kuna Wal Asma’, Al- Munfaridat Wal Wihdan, At-Tabaqat (masih manuskrip) Rijal Urwah bin Az-Zubair, (manuskrip),

Sedangkan kitab yang telah hilang dan tidak sampai kepada kita antara lain Al-Musnad Al-Kabir Ala Ar-Rijal, Jami’ Al-Kabir Alal Abwab, Al-‘llal, Al-Ifrad, Al-Iqran, Suaalaatuhu Ahmad bin Hambal dan lain-lain.

Kitab Sahih Muslim

Kitab ini sebenarnya bernama al-Jami’ as-Sahih, tetapi lebih terkenal dengan nama Sahih Muslim. Dalam rangking kitab-kitab hadis, kitab shahih karya Imam Muslim itu menduduki rangking kedua, setalah karya Imam al-Bukhari. Karya ini layak mendapatkan derajat demikian mengingat upaya Imam Muslim dalam menyusunnya. Ia telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meneliti dan mempelajari para rawi, menyaring hadits-hadits yang diriwayatkan, dan membandingkan riwayat-riwayat itu satu sama lain. Muslim sangat teliti dan hati-hati dalam menggunakan lafaz-lafaz, dan selalu memberikan penjelasan jika terdapat perbedaan lafaz dalam hadis yang diriwayatkannya. Dengan usaha yang serius ini maka lahirlah kitab Sahihnya.

Bukti kongkrit usaha keras Imam Muslim itu bisa kita lihat dari pengakuan beliau, “Aku susun kitab Sahih ini dengan menyaring dari 300.000 hadits.” Dari sekian banyak hadis, Imam Muslim hanya memasukkan sekitar 4000 hadis ke dalam kitab shahihnya, sebagaimana pendapat Ibnu Shalah dan Imam an-Nawawi. Tetapi Ahmad bin Salamah mengatakan, “Aku menulis bersama Muslim untuk menyusun kitab Sahihnya itu selama 15 tahun. Kitab itu berisi 12.000 buah hadits”. Kita tentu bertanya-tanya, mengapa terjadi perbedaan yang sangat ekstrim dalam menyebutkan jumlah hadis di dalam Shahih Muslim?

Kedua pendapat tersebut dapat kita kompromikan, yaitu bahwa perhitungan pertama tidak memasukkan hadits-hadits yang berulang-ulang ke dalam hitungannya, sedangkan perhitungan kedua setiap sanad dihitung sebagai satu hadis tersendiri. Muhammad Fu’ad Abdul Baqi, ulama’ kontemporer mengadakan penghitungan ulang, dan menyebutkan bahwa jumlah hadis di dalam shahih Muslim ada 3330 hadis.

Syarat Kesahihan Hadis Imam Muslim

Telah disebutkan di muka bahwa Imam muslim memiliki metode tersendiri dalam menentukan kesahihannya. Metode ini berbeda dengan yang digunakan oleh Imam Bukhari. Hadis yang hendak dimuat di dalam sahihnya harus memenuhi standar tertentu, kemudian disebut dengan syarat Muslim. Syarat kesahihan versi imam Muslim itu adalah bersambung sanad di kalangan rawi yang tsiqah dari awal hingga akhir. Berpijak dari syarat ini, boleh dikatakan semua hadis yang terdapat di dalam kitab ini adalah sahih. Walaupun demikian, di dalam menentukan tingkat rawi hadis, beliau agak berbeda dengan gurunya Imam Bukhari. Terdapat beberapa orang rawi yang dianggap tsiqah oleh Imam Muslim tetapi tidak diterima oleh Imam Bukhari berdasarkan beberapa sebab tertentu. Jika terjadi hal ini maka hadis ini disebut sebagai ‘sahih menurut syarat Muslim’. Di antara mereka termasuklah seperti Abu Zubair al-Makki, Suhail bin Abi Saleh, al-‘Ala’ bin Abdul Rahman dan Hammad bin Salamah. Demikian juga sebaliknya Imam Bukhari meriwayatkan dari beberapa orang rawi yang tidak diterima oleh Imam Muslim, mereka itu seperti Ikrimah Maula Ibnu Abad, Ishak bin Muhammad al-Fauri, Amru bin Marzuk dan lain-lain.

Ibnu Khalqan menyebutkan, Imam Muslim wafat di Naisabur pada tanggal 25 Rajab 261 H. dalam usia 55 tahun.

2 Tanggapan to “Imam Muslim”

  1. A.SOPIAN said

    SEMOGA KITA DAPAT MENERUSKAN SEMANGAT BELAJARNYA, MENGHIDUPKN SUNNAH ROSULULLOH SAW.
    KITA SANGAT PERIHATIN DENGAN SEBAGAIAN UMAT ISLAM SEKARANG YANG ENGGAN MENGJKAJI ILMU AGAMA.
    SEMOGA ALLAH MERAHMATI ARWAH IMAM MUSLIM. AAMIIN.

  2. Thohir said

    Betapa besar pahala orang yang menulis tentang hadits karna berarti dengan begitu ikut menyampaikan dakwah islam melalui dunia informatika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: